berdirilah di belakang garis penguji mana yang sejati
jangan melihat kelap-kelip cahaya yang menarik mata tapi menjerat jiwa
lihatlah sudut gelap yang membutuhkanmu jadi pelita
Friday, July 4, 2014
Solitary life
saya menertawakan orang lain karena kebutuhan mereka akan orang yang menjajinkan meberikan kebahagian, menjajikan mencegah airmata mereka mengalir, menjajikan menjauhkan kesusahan dari hidup mereka, menjanjikan selalu ada bersama selamanya
saya menertawakan orang yang mengukur menimbang umur untuk segera melakonkan peranan orang tua untuk anak-anak yang mereka harapakan segera hadir di antara mereka
saya menertawakan mereka yang menyerah begitu saja akan diri mereka dalam meraih ego diri
di sisi lain (mungkin.....)
mereka menertawakan kesendirian saya
mereka menertawakan keberanian saya
mereka mengasihani kemandirian saya
mereka menertawakan tetesan air mata saya yang tidak bisa dibendung dan tak ada yang mau menyeka di kala deraan semakin keras
sebuah masa.... mungkin, ini transisi
tiba-tiba
harus terdiam dalam rentang masa yang tak tentu dan tak menentu
tak tentu karena tak tau kapan masa ini akan berlalu
sebuah fase dimana ego mulai menyangsikan diri
mulai mengasihani diri sendiri
sering tak mengerti mengapa begini
tapi kadang merasa malu karena merasa tak tau diri
tak tau apa maunya diri ini
harus terdiam dalam rentang masa yang tak tentu dan tak menentu
tak tentu karena tak tau kapan masa ini akan berlalu
sebuah fase dimana ego mulai menyangsikan diri
mulai mengasihani diri sendiri
sering tak mengerti mengapa begini
tapi kadang merasa malu karena merasa tak tau diri
tak tau apa maunya diri ini
Saturday, February 22, 2014
Melihat Tongkat Sang Gembala
Hembusan angin dingin menusuk tiap sendi tulang-tulang yang
mulai lelah berharap
Entah bagaimanakah Tuan saya merancang hidup ini
Berani itu lenyap untuk meminta ini itu dan yang lainnya
Hanya percaya Ia member kuat untuk tetap melangkah
Dan seperti gembala dengan tongkatnya
Membawa langkah ini ke arah yang sudah ditetapkanNya
Thursday, February 20, 2014
Kotak Mimipi
Kepala ini seperti box mimpi....
Aku berlari sekuat tenaga
Aku berjalan dengan segenap kekuatanku
Beban ini sangat berat
Langkah kakiku pun semakin berat
Berat sekali, sampai tak kuat lagi
Sampai aku terbangun
Tertidur lagi
Aku berlari entah kemana
Aku terus berlari sekencang mungkin
Aku lelah, ingin segera istirahat
Aku terus berlari supaya segera usai
Aku jumapi mereka berdua tersenyum
Aku mengutarakan keluh kesahku mereka hanya tersenyum
Aaaahhh mereka tidak perlu berlari sejauh aku sekencang aku
Aku meninggalkan mereka dan terus berbalik arah
Aku tak tahu kenapa aku berlari ke arah yang lain
Aku terus berlari
Aku berlari semakin kencang
Aku semakin gelisah, semakin takut, dan semakin kencang berlari
Ada teriakan yang memanggil namaku
Aku berhenti menoleh ke arah si sumber suara
Aku menemukan dia ada di seberang sana!
"Kamu ngapain, ayoookkk ke sini!"
Aku terbangun ....
Memikirkan gambaran isi kepalaku tadi
Maya yang adalah mungkin refleksi nyata
Kotak mimpi, arti apa yang ingin kau sampaikan
Kotak mimpi, apa kau ini hanya sekedar maya?
Aku berlari sekuat tenaga
Aku berjalan dengan segenap kekuatanku
Beban ini sangat berat
Langkah kakiku pun semakin berat
Berat sekali, sampai tak kuat lagi
Sampai aku terbangun
Tertidur lagi
Aku berlari entah kemana
Aku terus berlari sekencang mungkin
Aku lelah, ingin segera istirahat
Aku terus berlari supaya segera usai
Aku jumapi mereka berdua tersenyum
Aku mengutarakan keluh kesahku mereka hanya tersenyum
Aaaahhh mereka tidak perlu berlari sejauh aku sekencang aku
Aku meninggalkan mereka dan terus berbalik arah
Aku tak tahu kenapa aku berlari ke arah yang lain
Aku terus berlari
Aku berlari semakin kencang
Aku semakin gelisah, semakin takut, dan semakin kencang berlari
Ada teriakan yang memanggil namaku
Aku berhenti menoleh ke arah si sumber suara
Aku menemukan dia ada di seberang sana!
"Kamu ngapain, ayoookkk ke sini!"
Aku terbangun ....
Memikirkan gambaran isi kepalaku tadi
Maya yang adalah mungkin refleksi nyata
Kotak mimpi, arti apa yang ingin kau sampaikan
Kotak mimpi, apa kau ini hanya sekedar maya?
Monday, February 17, 2014
Instant Noodle
Feel like I am a loser
That’s fine; there is no winner without loser
Loser does nothing
You do revenge
They just cooking instant noodle
You cook traditional food, the delis one, complicated
ingredients, steps, utensils
It takes time
They are just instant noodle, 5 minutes done!
Shortcut!
It is a matter of time time … time … time … time … time … time ….
But time is not yours
You are already paid with blood none is yours
Tuesday, February 4, 2014
karena sama tak selalu bersama
Mata ini melihat dengan cara pandang yang sama
Telinga ini nyaman mendengar alunan musik yang sama
Hati ini bahagia melihat sudut pandangmu yang terabadikan di
tiap gambar
Jiwa ini punya ego yang sama besarnya dengan egomu
Saat tiap persamaan itu menjauhkan kita
Aku masih sering menoleh ke belakang
Mengharap kalau saja kau juga menoleh ke belakang melihatku
lagi….
Tapi seperti kata orang, lelakon hidup ini akan membawa ku
atau mu kembali….
Tidak dengan kita
Aku tetap aku
Kamu tetap kamu
Sama yang tak akan bersama
Subscribe to:
Posts (Atom)